Hang on a sec! Registration on this site is totally free and will make sure you can participate to all access for this forum!
Click here to register for free now!
Board Index » Tentang Kehidupan
Perjanjian Pra-Nikah (Perlu atau Tidak?)
-deleted-
posted on Friday, 08 December, 2006 22:41 (3 years ago) | Latest Thread
Perjanjian pra-nikah??
Sebenarnya, perlu ga sich suatu akad perjanjian legal (di atas meterai) dalam mengikat suatu perkawinan?
Artinya, di akta legal pernikahan tersebut telah mencantumkan klausal2 mengenai:
1. pembagian harta waris kelak,
2. batasan2 bilamana kelak pernikahan terhambat pertikaian (perceraian),
3. kesepakatan hak asuh anak bila terjadi perceraian,
dan sebagainya.
Perlukah dibuat perjanjian terlebih dahulu sebelum menikah???
Sebenarnya, perlu ga sich suatu akad perjanjian legal (di atas meterai) dalam mengikat suatu perkawinan?
Artinya, di akta legal pernikahan tersebut telah mencantumkan klausal2 mengenai:
1. pembagian harta waris kelak,
2. batasan2 bilamana kelak pernikahan terhambat pertikaian (perceraian),
3. kesepakatan hak asuh anak bila terjadi perceraian,
dan sebagainya.
Perlukah dibuat perjanjian terlebih dahulu sebelum menikah???
-deleted-
posted on Friday, 08 December, 2006 22:56 (3 years ago) | Reply #1Alfakeren wrote:
Perjanjian pra-nikah??
Sebenarnya, perlu ga sich suatu akad perjanjian legal (di atas meterai) dalam mengikat suatu perkawinan?
Artinya, di akta legal pernikahan tersebut telah mencantumkan klausal2 mengenai:
1. pembagian harta waris kelak,
2. batasan2 bilamana kelak pernikahan terhambat pertikaian (perceraian),
3. kesepakatan hak asuh anak bila terjadi perceraian,
dan sebagainya.
Perlukah dibuat perjanjian terlebih dahulu sebelum menikah???
kayak udah pernah baca...dimana yaaaaaaaaaaa...
-deleted-
posted on Saturday, 09 December, 2006 03:58 (3 years ago) | Reply #2honey_bunny wrote:
kayak udah pernah baca...dimana yaaaaaaaaaaa...
![]()
Emg gw jg pernah baca/tau, tp lpa dmn gt....
-deleted-
posted on Saturday, 09 December, 2006 04:02 (3 years ago) | Reply #3Alfakeren wrote:
Emg gw jg pernah baca/tau, tp lpa dmn gt....
kalo bgitu mari kita bersama2 coba buat mengingatnya...tar klo kamu yang duluan inget kasi tau keke ya....
posted on Sunday, 10 December, 2006 20:15 (3 years ago) | Reply #4Alfakeren wrote:
Perjanjian pra-nikah??
Sebenarnya, perlu ga sich suatu akad perjanjian legal (di atas meterai) dalam mengikat suatu perkawinan?
Artinya, di akta legal pernikahan tersebut telah mencantumkan klausal2 mengenai:
1. pembagian harta waris kelak,
2. batasan2 bilamana kelak pernikahan terhambat pertikaian (perceraian),
3. kesepakatan hak asuh anak bila terjadi perceraian,
dan sebagainya.
Perlukah dibuat perjanjian terlebih dahulu sebelum menikah???
percaya dech fa... pada saat menikah ataupun mau menikah itu... tidak pernah ada ... terbersit sedikitpun dalam pemikiran suatu saat nanti akan bercerai.... apa lagi harta gono gini.... tapi jika terjadi perpisahanpun mereka pasti akan berfikir karena ajal telah menjemput... jadi jgnkan memikirkan
untuk membuat perjanjian legal... lha wong bercerai juga tidak ada dalam pemikiran kita
_________________
wewewedotacompedukdotmultiplydotcom
wewewedotacompedukdotmultiplydotcom
-deleted-
posted on Wednesday, 13 December, 2006 06:57 (3 years ago) | Reply #5acom wrote:
percaya dech fa... pada saat menikah ataupun mau menikah itu... tidak pernah ada ... terbersit sedikitpun dalam pemikiran suatu saat nanti akan bercerai.... apa lagi harta gono gini.... tapi jika terjadi perpisahanpun mereka pasti akan berfikir karena ajal telah menjemput... jadi jgnkan memikirkan
untuk membuat perjanjian legal... lha wong bercerai juga tidak ada dalam pemikiran kita
Perdagangan juga gitu, berangkat dari saling percaya dan niat unt saling menguntungkan, tp diperlukan suatu jaminan legal.
Apakah surat nikah sudah cukup sebagai jaminan legal? Apa tidak perlu klausal tambahan, biar jelas gitu??
posted on Wednesday, 13 December, 2006 08:14 (3 years ago) | Reply #6
Kali perlu, tapi jangan dinilai dari konteks "saling percaya" dua orang yang nikah.
Coba pertimbangkan juga kalau ntar punya anak lebih dari satu, terus salah satu pasangan yang nikah meninggal dunia. Jelek kan kalau sampai anaknya rebutan harta. Najis!!
Kalau masalah legalitas diantara keduanya, kelewat amat lah perlu bikin perjanjian pra-nikah. Emang hari gini orang-orang udah pada gak bisa ngomong baik-baik yah?
Coba pertimbangkan juga kalau ntar punya anak lebih dari satu, terus salah satu pasangan yang nikah meninggal dunia. Jelek kan kalau sampai anaknya rebutan harta. Najis!!
Kalau masalah legalitas diantara keduanya, kelewat amat lah perlu bikin perjanjian pra-nikah. Emang hari gini orang-orang udah pada gak bisa ngomong baik-baik yah?
_________________
http://nichpakaich.net
http://nichpakaich.net
-deleted-
posted on Wednesday, 13 December, 2006 14:40 (3 years ago) | Reply #7nich wrote:
Coba pertimbangkan juga kalau ntar punya anak lebih dari satu, terus salah satu pasangan yang nikah meninggal dunia. Jelek kan kalau sampai anaknya rebutan harta. Najis!!
naahhh... di sisi ini yang perlu kali yah?
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:01 (3 years ago) | Reply #8honey_bunny wrote:
kayak udah pernah baca...dimana yaaaaaaaaaaa...
![]()
iya, itu khan thread aku....
_________________
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:03 (3 years ago) | Reply #9nich wrote:
Kali perlu, tapi jangan dinilai dari konteks "saling percaya" dua orang yang nikah.
Coba pertimbangkan juga kalau ntar punya anak lebih dari satu, terus salah satu pasangan yang nikah meninggal dunia. Jelek kan kalau sampai anaknya rebutan harta. Najis!!
Kalau masalah legalitas diantara keduanya, kelewat amat lah perlu bikin perjanjian pra-nikah. Emang hari gini orang-orang udah pada gak bisa ngomong baik-baik yah?
ga bakal deh rebutan harta..coz dlm ajaran agama aku dah ada aturannya koq..
lengkep kep
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:10 (3 years ago) | Reply #10Alfakeren wrote:
Perjanjian pra-nikah??
Sebenarnya, perlu ga sich suatu akad perjanjian legal (di atas meterai) dalam mengikat suatu perkawinan?
Artinya, di akta legal pernikahan tersebut telah mencantumkan klausal2 mengenai:
1. pembagian harta waris kelak,
2. batasan2 bilamana kelak pernikahan terhambat pertikaian (perceraian),
3. kesepakatan hak asuh anak bila terjadi perceraian,
dan sebagainya.
Perlukah dibuat perjanjian terlebih dahulu sebelum menikah???
ini khan thread yg pernah Anya buat....
alfa pura2 lupa ato memang ndak inget ya....
_________________
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
-deleted-
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:16 (3 years ago) | Reply #11pk5728 wrote:
ini khan thread yg pernah Anya buat....
alfa pura2 lupa ato memang ndak inget ya....
Wah, maafff klo udah ada.
Kan baru gabung, jadi ga baca2 thread yg dlu2.
Pas ada uneg2 n pas temen mo merit, langsung aja tulis.
Maaaaff klo idenya sama (tp bener2 ga maksud ngedompleng lho)
PEACE
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:44 (3 years ago) | Reply #12Alfakeren wrote:
Wah, maafff klo udah ada.
Kan baru gabung, jadi ga baca2 thread yg dlu2.
Pas ada uneg2 n pas temen mo merit, langsung aja tulis.
Maaaaff klo idenya sama (tp bener2 ga maksud ngedompleng lho)
PEACE![]()
duh, kok sama lagi,
anya jg mo merid,
kamu bisa baca apa yg ada dibenak anya ya jangan2 :-P
_________________
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
0819.3216.1597 / 021 98642945
damariscatalina2000 at yahoo dot komm
or
damariscatalina at telkom dot nett
-deleted-
posted on Wednesday, 13 December, 2006 15:47 (3 years ago) | Reply #13pk5728 wrote:
duh, kok sama lagi,
anya jg mo merid,
kamu bisa baca apa yg ada dibenak anya ya jangan2 :-P
Itu yang namanya kesadaran kosmis