FUPEI :: FORUMS - LATEST THREAD: Obrolan pagi tentang IPDN :: Without friends, we're nothing!

 

Hang on a sec! Registration on this site is totally free and will make sure you can participate to all access for this forum!
Click here to register for free now!

So FORUM
  • ID: acom
  • Thank You: 1
  • Posts: 3804
    View all
  • Joined: 7-12-2006

  • Currently 0.00/5

0.0/5 (0 votes)
Login to rate

  posted on Monday, 09 April, 2007 15:29 (2 years ago) | Latest Thread
Suatu sore di sebuah kampung di bilangan Jatinegara, sekelompok ibu-
ibu berkerumun sedang belanja sayur sambil ngobrol seru, nampak
wajah mereka sangat serius. Asyik sekali.. pikir saya pasti sedang
ngegosipin artis sinetron. Namun dilihat dari raut mukanya tampaknya
mereka kesal sekali, diam-diam saya mendekat bukan maksud mau
nguping tetapi penasaran aja dengan tema yang sedang dibicarakan.
Ooh.. aku baru tau nampaknya mereka sedang ngobrolin tayangan berita
sebuah stasiun TV tentang kasus penganiayaan di IPDN. Berikut
sedikit petikan pembicaraan yang seru dan meledak-ledak dari
para "pengamat berita" ini....
" tuh kan apa gue bilang IPDN itu, Institut Penganiayaan Dalam
Negeri... !" masak anak orang dihabisin hanya gara-gara telat datang
ke acara yang nggak jelas, dasar gak tau diri !". " Bukan nyak tapi
IPDN itu, Institut Pembantaian Dalam Negeri..!" sahut ibu penjual
sayur tak mau kalah. "Kalo nurut saya sih masih jadi pelajar aja
kayak gitu ntar kalo udah jadi pejabat pasti jadi diktator, makanya
IPDN itu, Institut Pengkaderan Diktator Negara..!" seru ibu yang
sedari tadi bolak balikin sayur bayam. " Betul juga jeng Neni tapi
saya paling gak suka sama kelakuan mereka yang suka maen keroyok
kalo berani kenapa gak satu lawan satu tuh kayak di pilem koboy
makanya dinamain aja IPDN, Institut Paling Demen Ngeroyok..!! " seru
ibu gendut itu gemas sambil membanting labu siam diantara sayur yang
makin berserakan. "Iya betul tuh sekalian aja dinamain IPDN, Ikatan
Praja Doyan Nonjok ...!" sambar bu RT sambil bersungut-
sungut. "IPDN, Injak Pukul Dorong Nah ... mati..!! celetuk ibu
bertubuh kerempeng itu sambil praktekkan gaya silatnya. "Inginnya
Pendidikan Dapetnya Nisan nah itulah IPDN kasihan orang tua yang
udah susah payah kirim anaknya kesana pulang-pulang bikin batu
nisan... !!" tukas bu Neni makin kesal. " Yang kayak gini neh pasti
kerjaan para pejabat yang gak punya tanggung jawab dan wawasan
kebangsaan, mestinya kan mereka sebagai pengontrol dan pengawas
tetapi kenapa korban udah berjatuhan kayak gini kok didiemiin aja
dari dulu, kayaknya sih sengaja biar budaya pejabat junior harus
takut dengan senior tetap hidup, kan ntar gampang diajak
kongkalikong kali ya ? namanya juga IPDN, Ideologi Pejabat Durjana
Negara", sahut ibu setengah baya berkerudung itu. "Yah IPDN, Inilah
Pendidikan Dalam Negeri kita.. pantas aja korupsi gak habis-habis
wong mentalnya aja udah kayak mafia. Tiba-tiba nenek tua yang sedari
tadi diam saja tergopoh-gopoh keluar dari kerumunan menuju kearah
rumah bu RT, sambil iseng saya pun bertanya, "nek kalo menurut nenek
IPDN itu apa ?". Nenek itu melotot kesal kearahku sambil
berteriak, "Ingin Pipis Dulu Nak ...!!". Ups..! wajahku memerah
sambil nyengir gue ngaciir....

_________________
wewewedotacompedukdotmultiplydotcom
AddThis Social Bookmark Button Share View Profile Send new message
Totally FORUM
  • ID: bombinyahaved
  • Thank You: 290
  • Posts: 21597
    View all
  • Joined: 21-8-2006
  posted on Monday, 09 April, 2007 15:31 (2 years ago) | Reply #1
IPDN ..IPDn... kok masih ada ya gt yang mau masuk kesana ..temen gw pindah kuliah ke sana... dia cerita sempet digamparin senior2nya ampe tangannya cedera gt..hhhhhh..
_________________
Ada 3 hal yang aku cinta dari dunia ini : matahari, bulan dan kamu.

matahari untuk siang
bulan untuk malam

dan kamu untuk selamanya..
-deleted-
  posted on Monday, 09 April, 2007 15:31 (2 years ago) | Reply #2
IPDN nggak dech

sekumpulan tukang pukul
FORUM Activist
  • ID: naive
  • Thank You: 7
  • Posts: 2416
    View all
  • Joined: 4-6-2004
  posted on Monday, 09 April, 2007 17:01 (2 years ago) | Reply #3
artikel yang berkaitan


Memutuskan Mata Rantai Sindrom Stockholm



Beberapa hari terakhir ini semua media massa heboh memberitakan meninggalnya seorang praja IPDN akibat penganiayaan yang dilakukan seniornya. Tetapi sebenarnya kekerasan di kampus bukan hanya terjadi di IPDN dan tentunya kekerasan masih dapat terjadi tanpa perlu ada korban meninggal dunia. Kekerasan juga tidak harus berupa kekerasan fisik. Kekerasan dapat berupa kekerasan mental. Diteriak-teriaki, dipaksa mengenakan atribut yang tidak pantas dan disuruh mengerjakan tugas yang tidak jelas tujuannya juga merupakan bentuk-bentuk kekerasan.

Kasus IPDN/STPDN memang adalah kasus yang paling parah dilihat dari frekuensi kekerasan dan jumlah korban jiwa. Tetapi bukan berarti kita harus berhenti di sini saja. Terus terang kesan yang saya dapatkan sekarang adalah “semuanya tidak menjadi masalah asalkan tidak ada yang mati,” karena semuanya baru akan ribut-ribut hanya jika ada yang meninggal dunia.

Peraturan-peraturan yang melarang anarkisme seperti ini juga telah cukup banyak dikeluarkan, baik di tingkat kampus maupun di tingkat nasional. Tetapi sepertinya masih belum cukup untuk mencegah terulangnya kegiatan-kegiatan semacam ini.

***

Pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia terjadi sebuah perampokan bank. Perampok sempat menyandera beberapa petugas bank selama enam hari. Setelah drama penyanderaan usai, ternyata para korban berubah menjadi bersimpati kepada orang-orang yang menyandera mereka. Lebih daripada itu, ternyata mereka membela orang-orang penyandera ini.

Karena kasus tersebut, fenomena ini kemudian dinamakan sebagai sindrom Stockholm.

Contoh kasus serupa adalah Patty Hearst yang diculik oleh kelompok separatis Symbionese Liberation Army. Setelah diculik selama dua bulan, dia tertangkap membantu penculiknya untuk melakukan sebuah perampokan.

Dan tentunya masih banyak contoh-contoh kasus lainnya selain dari dua contoh di atas.

***

Pada kasus IPDN dan ospek di beberapa kampus-kampus lainnya, para praja junior tentunya keberatan jika mereka yang menjadi korban penganiayaan. Tetapi mengapa setelah mereka yang menjadi senior, mereka juga melakukan kegiatan serupa? Jawabannya ini adalah sebuah siklus sindrom Stockholm yang berlangsung secara terus menerus dan sistematis.

Usaha-usaha untuk melarang kegiatan penganiayaan yang dilakukan selama ini berfokus untuk melarang para senior untuk melakukan kegiatan penganiayaan. Tetapi menurut saya, hal yang sama juga perlu dilakukan terhadap para junior. Jauh lebih mudah untuk melarang junior untuk mengikuti kegiatan semacam ini karena mereka masih dapat berpikir jernih akibat belum terekspos kekerasan oleh para senior yang nantinya akan menjurus pada sindrom Stockholm.

Yang jelas perlu ditanamkan kepada para junior bahwa mereka bukanlah makhluk yang tidak berdaya. Mereka harusnya sudah bisa menentukan mana kegiatan yang merupakan penganiayaan dan mana yang bukan. Dan mereka harusnya sadar bahwa orang yang lebih tua belum tentu benar.

Kalau kita lihat tayangan kekerasan IPDN di televisi, kita bisa melihat bahwa jauh lebih banyak yang dianiaya daripada yang menganiaya. Sebenarnya jika mereka kompak, mereka bisa saja dapat dengan mudah menguasai keadaan. Dan jika sistemnya tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, kabur atau mengundurkan diri bukanlah perbuatan yang pengecut. Sebaliknya, kabur –seperti yang dilakukan beberapa mantan praja– adalah perbuatan yang pintar. Lebih baik lagi jika para junior secara kompak memboikot sebuah kegiatan sampai mereka diperlakukan secara manusiawi.

Yang kita inginkan bukanlah orang-orang yang selalu patuh menerima sebuah perlakuan betapapun aneh dan merendahkannya perlakuan tersebut. Kita menginginkan orang-orang yang ketika mendapat sebuah perlakuan yang merendahkan, mereka mempertanyakan apa maksud dan tujuan dari perlakuan tersebut. Dan jika memang tidak ada maksud dan tujuan yang jelas dan dapat diterima akal sehat, sama sekali tidak ada salahnya untuk menolaknya.

Dan ingat-ingat, perbaikan sistem tidak perlu hanya sampai di sini saja. Sebentar lagi adalah waktunya penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi yang tentu saja sangat rentan terhadap upaya-upaya kekerasan terhadap mahasiswa baru. Besar kemungkinan tidak akan ada yang meninggal dunia, tetapi bukan berarti tidak ada kekerasan dan penganiayaan.


source: http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/ dari blog nya priyadi.
_________________
-- DONT ASK FOR MORE ---

JUST FU*KING GOOGLE IT !!

http://naifalas.wordpress.com
FORUM Activist
  • ID: naive
  • Thank You: 7
  • Posts: 2416
    View all
  • Joined: 4-6-2004
  posted on Monday, 09 April, 2007 17:06 (2 years ago) | Reply #4
artikel yang berkaitan (lagi)


Mengevaluasi Perpeloncoan (Rethinking OS)
Perpeloncoan kembali merengut nyawa. IPDN, dahulu STPDN, kembali menjadi sorotan. Ada apa dengan perpeloncoan? Apakah memang hal-hal semacam ini masih dibutuhkan?

Saya pernah jadi mahasiswa. Bahkan saya pernah menjadi ketua himpunan, yang melaksanakan orientasi studi (OS) - nama lain dari perpeloncoan. Apakah karena saya sekarang sudah bukan mahasiswa terus kemudian berbalik 180 derajat, menghujat dan melarang OS? Tidak! Saya tidak suka kekerasan, tapi ada manfaat dari orientasi studi yang dikemas tanpa kekerasan (bisa lho).

Sebetulnya apa yang dicari dalam sebuah orientasi studi? Karena sering ditanya oleh mahasiswa, tiga tahun yang lalu (2003), saya mencoba menuliskan sebuah artikel yang saya beri judul “Rethinking Orientasi Studi“. Tulisan ini bisa diambil di web saya (budi.insan.co.id) pada bagian articles. Silahkan diambil dan dibaca. Kalau sudah selesai, nanti kita diskusikan di sini. Okay?


source: http://rahard.wordpress.com/2007/04/09/mengevaluasi-perpeloncoan-rethinking-os/
dari blognya Budi Rahardjo.

download artikel yang ditulis Budi Rahardjo : Rethinking Orientasi Studi

download artikel˛ lain tulisan Budi Rahardjo
_________________
-- DONT ASK FOR MORE ---

JUST FU*KING GOOGLE IT !!

http://naifalas.wordpress.com
Not Newbie Anymore
  • ID: lil_cizta
  • Thank You: 0
  • Posts: 710
    View all
  • Joined: 18-3-2007
  posted on Tuesday, 10 April, 2007 00:47 (2 years ago) | Reply #5
giLa kaBeh`....
iTuh ReKTorNya peRnah diPukuLin ju9a kaLi Tuch,,jaDinya deNdam keSumat mPe" dLamPisaiNnya k` PRaJanya,...
buKTinya ngaSih SteTmEn`nYa bdA",,pdhL dTanYa LgsG daN diDengaRkan dI seLurUh nusanTara..
ck..ck..

Dah buBaRin,,mU jaDi aPah ngRi iniH kLo caLon pMimpinNya dy diDik buaD kaSar ma jaDi pmBohOng,...
1 Lg buAd paRa pRaJanya seOrang pRaJa yg pasTinya haRus kRiTis dUnk,,diSuRuh" ga beNeR keNapa ga diLapoRin,...
kLo ga buNuh aJah RekToRnya RamE"...
aTw bRsaTu bUad mLawan seNioRnya jaDi LaWan aJah angKaTan aTasnya,sunTikin FoRmaLin seNiORnya yg sOk kuAsa 1-1 paS Lagi TidUr,..




:: buAd IPDN bin STPN,,, CUPU!!!!!
_________________
I wanna rOading my liFe with sLowly buT SuRely...!!

i feel like gOd GaVE me a lot of "work"...
BuT, i know my own CapaBilitY..
N 'm sure Dats I'll FinisH all My Work with great Result..

-WisH Me LucK-
Not Newbie Anymore
  • ID: ib_setiawan
  • Thank You: 0
  • Posts: 300
    View all
  • Joined: 10-12-2005
  posted on Tuesday, 10 April, 2007 01:13 (2 years ago) | Reply #6
setujuu... udah bubarin aja ..

*kompor mode*
So FORUM
  • ID: aussie
  • Thank You: 76
  • Posts: 2970
    View all
  • Joined: 7-10-2006
  posted on Tuesday, 10 April, 2007 02:23 (2 years ago) | Reply #7
Sesama 1 daerah dengan Cliff Muntu, g berharap pelaku yang mengakibatkan kematiannya dihukum seberat"nya..

Rektor,jajaran pengurus serta pengajar kalo bisa diganti aja.. ataw kalo perlu bubarin aja..
_________________
- Love is not about finding the right person, but creating a right relationship. It's not about how much love you have in the beginning but how much love you build till the end.

- Better to have loved and lost, than to have never loved at all.
FORUM Activist
  • ID: pinkanabiz
  • Thank You: 0
  • Posts: 1286
    View all
  • Joined: 24-1-2007
  posted on Tuesday, 10 April, 2007 12:38 (2 years ago) | Reply #8

naive wrote:


source: http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/ dari blog nya priyadi.


gw rasa ini beda deh sama stockholm syndrome tapi lebih mengarah ke battered person syndrome dibanding stockholm syndrome coba aja liat d http://en.wikipedia.org/wiki/Battered_person_syndrome bagian symptomolgy coz dalam kasus IPDN kan mereka bukan menaruh simpati sama yg mukulin tapi lebih ke perasaan depresi, gak bisa ngelawan dan gak ada niatan buat nyari bantuan
_________________
The more you give the more you wanna give more
So FORUM
  • ID: yuckfou
  • Thank You: 0
  • Posts: 4365
    View all
  • Joined: 27-11-2006
  posted on Tuesday, 10 April, 2007 23:22 (2 years ago) | Reply #9
hebat .. sperti itu perilaku calon pemimpin. sungguh negara yg hebat.

dan selama ini, kita dipimpin oleh para pemimpin yg "lebih militer" daripada militer itu sendiri .. hebat!

_________________
Time does heal all wounds .. but the scar remains forever
FORUM Activist
  • ID: lumansupra
  • Thank You: 5
  • Posts: 2325
    View all
  • Joined: 27-4-2006
  posted on Friday, 13 April, 2007 04:56 (2 years ago) | Reply #10
cari sejarahnya ahhhh....
_________________
preketek...preketek...preketek... (peng telu biasane...)

lumansupra.wordpress.com
-deleted-
  posted on Friday, 13 April, 2007 07:02 (2 years ago) | Reply #11
sejarah yg keLam.........
Not Newbie Anymore
  • ID: sense
  • Thank You: 0
  • Posts: 944
    View all
  • Joined: 5-8-2006
  posted on Monday, 23 April, 2007 02:28 (2 years ago) | Reply #12
semoga ini untuk yang terakhir kalinya...
Aamiin
_________________
strees....
Quick Post Reply
Please login first to post new reply..